Langsung ke konten utama

Postingan

Catatan Akhir Tahun 2025 : Merajut doa dan harapan baru

 Setiap tahun rasanya pasti selalu ada cerita dan pelajaran baru yang aku dapatkan. Begitu pula dengan 2025. Kalau berbicara tentang pencapaian, apalagi yang terlihat atau dinilai orang lain, rasanya mungkin belum ada pencapaian besar. Tapiii... yang terpenting bukanlah penilaian dari orang lain bukan? Bagi diriku sendiri, banyak pelajaran yang aku dapatkan dan hadir karena hal-hal yang simple, moment-moment kecil yang terkadang mungkin terlewatkan atau dianggap sepele oleh orang lain. Meskipun itu hal biasa atau sebuah progres kecil yang aku rasakan, aku merasa sekecil atau sesepele apapun pantas untuk dirayakan.  Tahun 2025 aku aktif dan konsisten menekuni hobiku yaitu merajut. Kemudian, aku memberanikan diri untuk menawarkan dan menjual hasil rajutanku secara offline dan online tentu dengan bantuan teman dan keluarga, karena ini benar-benar hal baru bagiku. Aku juga memberanikan diri untuk menerima pesanan khusus, yang tentu belum pernah aku buat atau tutorial dan insponya ...
Postingan terbaru

Catatan akhir 2024

Dari tulisan-tulisan sebelumnya aku selalu menemukan diriku yg bilang "i feel like i lost my self" iyaaa... tau ga sih rasanya hidup tapi ngerasa kehilangan diri sendiri. Ngerasa tertinggal, ngerasa hampa, overthingking seperti udah jadi makanan sehari-hari diusia usia seperempat abad keatas atau quarter life crisis. Ga jarang masih suka bandingin diri sendiri sama pencapaian orang lain.  Tapi gapapa kan, perasaan-perasaan kaya gitu tuh wajar hadir dan dirasakan. Mungkin ada yang relate, mungkin ada yang ngga, karena proses setiap orang beda-beda. Pun dari perasaan-perasaan itu aku jadi banyak belajar untuk lebih mengenal diriku sendiri, menemukan diriku kembali, untuk merasa benar-benar hidup. Belajar untuk slow living aja, karena hidup setiap orang kan udah ada tracknya masing-masing ga sih hehe, jadi ga perlu diburu-buru, living in the moment, rasakan dan sadari sekecil apapun kebahagiaan yang hadir, rayakan sekecil apapun progres dalam hidup ini. Percaya bahwa setiap kita...

13in17 💙💖💎

  Holaheiyoooo.... Aku mau cerita lagiii... Walaupun tau yang baca cuma aku doang hehe... Udah lama banget mau nulis ini. Bercerita tentang mereka yang hingga detik ini mewarnai hari-hariku. Hadir dalam hidupku, layaknya seperti cahaya, menghadirkan canda, tawa, tangis, haru, bangga. Rasanya bertemu mereka menjadi salah satu alasan aku untuk bertahan ditengah kepelikan yang aku rasakan dalam hidupku. Setiap melihat mereka rasanya hidup ini baik-baik saja. Dan aku sangat bersyukur, Allah hadirkan mereka dalam cerita hidupku.  Mereka SEVENTEEN. Mereka bertiga belas yang bersatu dalam sebuah boygrup asal Korea Selatan. Yaellahh baku banget deh bahasanya haha. Okeyy biasa aja deh... Jadiii, ini bukan pertama kalinya sih jadi fangirl. Bukan baru tau banget juga tau seventeen. Gatau tepatnya kapan, aku mulai tau kayanya dari zaman lagu baksu, tapi ga sampe ngepoin mereka semua. Aku juga awalnya cuma tau Mingyu dan Seungkwan karena mereka suka muncul di beberapa variety show y...

Nano nano my feelings (apasih…)

Kalian yang mungkin sedang membaca ini tahu atau mungkin pernah mendengar tentang keanekaragaman hayati? Iya, aku tidak akan menceritakan hal itu… HAHAHA (prik prik prik…) Pasti udah pada males buat lanjutin baca, lagian kaya ada yang bakal baca aja hueheee… Ok. Seriusss woy… Setelah segala keresahan, kegundahan, kesedihan, kelelahan, ketidak percaya dirian, banyaknya pikiran, dan segala macam perasaan… AKHIRNYA… Aku sampai dititik ini. Aku bisa SIDANG SKRIPSI dan LULUS. I’m so grateful… Masya Allah Tabarakallah… Ya, memang tidak tepat waktu, tapi aku berusaha meyakinkan diriku dengan bilang “gapapa, mungkin inilah waktu terbaik yang Allah kasih” Kecewa dan penyesalan pasti dirasakan, tapi lebih dari itu aku ingin meminta maaf pada diriku sendiri, karena selalu menempatkanmu dalam suasana penuh tekanan, memaksamu untuk selalu kuat dan baik-baik saja. Capek karena degdegan dan overthingking, rasanya begitu berat ya ☹ (ku menangis….) Dan Terima kasih… terima kasih memilih untuk bert...

Curahan di awal tahun 2022

Saat ini lagi merasa hmm... lumayan happy :) Walau banyak sekali tantangan dan hal-hal berat yang harus dikerjakan.  Tapi, pelan-pelan, sedikit demi sedikit Insya Allah bisa selesai dan akan terlewati.  Jadi mikir juga, setahunan kemarin kok rasanya gue ada di masa jahiliyah banget gitu loh. Bener-bener gitu, banyak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan. 24 jam dalam sehari tuh gue ngapain aja sih???  Sampai skripsi ga kunjung kelar, boro-boro kelar, progres aja lambat banget hampir ga ada. Baru sadar di akhir-akhir tahun. Bersyukur itu pun akhirnya gue bisa dan dikasih kesempatan untuk naik satu anak tangga. Alhamdulillah. Lalu, atas banyaknya waktu yang gue sia-siakan itu, gue nyesel? Tentu saja.  Tapi, gue pun sadar kalo itu udah berlalu. Waktu ga bisa diulang lagi.  Bersyukur, sampai detik ini Allah masih kasih kesempatan. Bersyukur,  masih dikasih hikmah untuk merasakan penyesalan dan dikasih kesadaran untuk tetap waras dan menjadikannya pelajaran untuk ...

Kamu bisa, tapi ga berani take action!

Kenapa ya?  semangat dan ambisi itu malah kian memudar. aku tak bersungguh-sungguh, tidak punya tekad yang kuat untuk segera menyelesaikan skripsiku. Padahal hal itu harusnya jadi prioritas dan impian yang harus aku kejar.  Sudah tertunda satu tahun. belum ada progres yang signifikan. Bahkan saat ini rasanya jadi beban sekali. Aku sadar, bahwa sebenarnya dan dari awal aku memulai perjalanan ini, ini bukanlah hal yang benar-benar aku impikan. Lantas memangnya apa yang sebenarnya aku inginkan? Aku setengah hati menjalaninya hingga akhir. terlambat untuk menyesalinya, bahkan untuk menyerah. Sekarang rasanya malah dikekang rasa takut dan overthingking. Ketika rasa malas bisa aku lawan, ketakutan menghantuiku. Entah kenapa aku begitu berlebihan seperti ini. Padahal aku pun tau dan selalu berkata pada diriku bahwa aku sedang dalam proses "BELAJAR" Overthingking sediri memikirkan hal yang sebenarnya belum tentu terjadi.  Aku sadar akan hal itu. Aku menyadari apa permasalahanku s...

Curahan

 Perihal yang sama Tak ada perubahan Benar-benar monoton Sekadar rencana Tanpa ada upaya yang sungguh-sungguh untuk melakukannya Hingga kembali berakhir menjadi wacana belaka Hampa... Seperti telah kehilangan diriku sendiri Dijerat kemalasan, ketakutan, cemas akan hidup yang sedang ku jalani. Inikah balasan Tuhan atas apa yang telah aku perbuat?