Langsung ke konten utama

Catatan Akhir Tahun 2025 : Merajut doa dan harapan baru

 Setiap tahun rasanya pasti selalu ada cerita dan pelajaran baru yang aku dapatkan. Begitu pula dengan 2025. Kalau berbicara tentang pencapaian, apalagi yang terlihat atau dinilai orang lain, rasanya mungkin belum ada pencapaian besar. Tapiii... yang terpenting bukanlah penilaian dari orang lain bukan?

Bagi diriku sendiri, banyak pelajaran yang aku dapatkan dan hadir karena hal-hal yang simple, moment-moment kecil yang terkadang mungkin terlewatkan atau dianggap sepele oleh orang lain. Meskipun itu hal biasa atau sebuah progres kecil yang aku rasakan, aku merasa sekecil atau sesepele apapun pantas untuk dirayakan. 

Tahun 2025 aku aktif dan konsisten menekuni hobiku yaitu merajut. Kemudian, aku memberanikan diri untuk menawarkan dan menjual hasil rajutanku secara offline dan online tentu dengan bantuan teman dan keluarga, karena ini benar-benar hal baru bagiku. Aku juga memberanikan diri untuk menerima pesanan khusus, yang tentu belum pernah aku buat atau tutorial dan insponya masih minim, tapi karena aku menyukainya, serumit dan secapek apapun aku sangat menikmati prosesku dalam merajut. Dari yang tadinya cuma bisa ikuti tutorial youtube, sampai pelan-pelan aku terus pelajari aku bisa mengeksplore pattern sendiri, menuangkan ide dan imajinasiku menjadi sebuah karya.

Ternyata... aku menyadari dan menemukan kembali sebuah "spark" rasa degdegan karena excited. Aku menemukan kembali diriku yang punya ambisi, aku menyadari bahwa aku menemukan kebahagiaan dari prosesku berimajinasi lalu mengeksekusinya hingga menjadi sebuah karya. Entah itu hasilnya langsung bagus ataupun masih kurang, rasa haru dan bangga pada diri sendiri aku rasakan, karena aku jadi belajar dan mengasah kreativitasku agar menjadi lebih baik. 

Kadang ada satu moment ngerasa ga percaya kaya "aaaa... ini beneran aku yang buat?" Haha... rasanya terharu sekali, terlebih jika melihat ada progres yang semakin baik, semakin bagus dari hasil rajutanku sebelumnya.

Melalui merajut ini, aku pun dipertemukan secara tidak langsung dengan perajut lain yang tentunya membuat aku lebih semangat, banyak belajar hal baru, saling sharing dan mengapresiasi satu sama lain, sehingga membantu sekali progresku dalam merajut. Berada dalam sebuah komunitas yang sama dengan orang-orang yang mempunyai minat atau hobi yang sama itu sangat dibutuhkan. Tidak hanya belajar hal baru, justru dari mereka yang bahkan belum pernah bertemu secara langsung, aku menerima banyak apresiasi. Kata-kata mereka yang mungkin simple saja, tapi begitu berarti bagiku. Kalo ga ada komunitas sudut rajut, mungkin aku ga akan sekonsisten ini merajut. Aku pun jadi mulai belajar untuk mencintai diri sendiri, meyakinkan diri ini bahwa aku pun punya value sendiri. Diriku yang ternyata suka sekali berkreasi, punya banyak ide dan aku mengagumi diriku yang mulai berani untuk berproses dan menuangkan ide kreatif itu, serta berani menunjukkan hasilnya pada orang lain.

Terima kasih untuk diriku yang tetap mau melangkah, walaupun pasti ada hari-hari dimana semua terasa berat, sesak dan rasanya ingin menyerah. Aku begitu bersyukur karena Allah masih memberikan kesempatan ini, kesempatan untuk aku belajar dan bertumbuh, dan memaknai apa yang hadir dalam hidupku. Percaya bahwa semua pasti ada jalannya masing-masing, dan waktu terbaiknya masing-masing.

Terima kasih untuk semua yang hadir dan memberi warna baru di tahun 2025 ini. Terima kasih sudah memberikan support, menerima dan mengapresiasi hasil karyaku yang mungkin masih amatiran, sampai perlahan progresnya semakin baik.

Tahun ini rasanya aku ga cuma merajut banyak untaian benang, tetapi juga merajut doa dan harapan, cerita dan pengalaman baru, hingga moment-moment kecil yang akan menjadi memori berarti sebagai pelajaran dan aku kenang hingga nanti...

Bahkan mungkin bukan hanya untuk aku, tetapi juga bagi orang lain yang mengenangku lewat karya-karyaku πŸ’›

Aku akan terus belajar, akan terus melangkah bersama karya-karyaku lainnya yang lebih baik. Aku percaya, bahwa hari-hari ke depan pun pasti bisa dilalui dengan pertolongan Allah dan akan banyak hal-hal baik datang menghampiri ✨️

Terima kasih 2025, mari bertemu dengan Listi versi yang lebih baik lagi di 2026 ✨️

Inginnya sih ada episode romantisnya, soon jadi happy wifey ☺️πŸ’•





Komentar

Postingan populer dari blog ini

13in17 πŸ’™πŸ’–πŸ’Ž

  Holaheiyoooo.... Aku mau cerita lagiii... Walaupun tau yang baca cuma aku doang hehe... Udah lama banget mau nulis ini. Bercerita tentang mereka yang hingga detik ini mewarnai hari-hariku. Hadir dalam hidupku, layaknya seperti cahaya, menghadirkan canda, tawa, tangis, haru, bangga. Rasanya bertemu mereka menjadi salah satu alasan aku untuk bertahan ditengah kepelikan yang aku rasakan dalam hidupku. Setiap melihat mereka rasanya hidup ini baik-baik saja. Dan aku sangat bersyukur, Allah hadirkan mereka dalam cerita hidupku.  Mereka SEVENTEEN. Mereka bertiga belas yang bersatu dalam sebuah boygrup asal Korea Selatan. Yaellahh baku banget deh bahasanya haha. Okeyy biasa aja deh... Jadiii, ini bukan pertama kalinya sih jadi fangirl. Bukan baru tau banget juga tau seventeen. Gatau tepatnya kapan, aku mulai tau kayanya dari zaman lagu baksu, tapi ga sampe ngepoin mereka semua. Aku juga awalnya cuma tau Mingyu dan Seungkwan karena mereka suka muncul di beberapa variety show y...

Catatan akhir 2024

Dari tulisan-tulisan sebelumnya aku selalu menemukan diriku yg bilang "i feel like i lost my self" iyaaa... tau ga sih rasanya hidup tapi ngerasa kehilangan diri sendiri. Ngerasa tertinggal, ngerasa hampa, overthingking seperti udah jadi makanan sehari-hari diusia usia seperempat abad keatas atau quarter life crisis. Ga jarang masih suka bandingin diri sendiri sama pencapaian orang lain.  Tapi gapapa kan, perasaan-perasaan kaya gitu tuh wajar hadir dan dirasakan. Mungkin ada yang relate, mungkin ada yang ngga, karena proses setiap orang beda-beda. Pun dari perasaan-perasaan itu aku jadi banyak belajar untuk lebih mengenal diriku sendiri, menemukan diriku kembali, untuk merasa benar-benar hidup. Belajar untuk slow living aja, karena hidup setiap orang kan udah ada tracknya masing-masing ga sih hehe, jadi ga perlu diburu-buru, living in the moment, rasakan dan sadari sekecil apapun kebahagiaan yang hadir, rayakan sekecil apapun progres dalam hidup ini. Percaya bahwa setiap kita...

Nano nano my feelings (apasih…)

Kalian yang mungkin sedang membaca ini tahu atau mungkin pernah mendengar tentang keanekaragaman hayati? Iya, aku tidak akan menceritakan hal itu… HAHAHA (prik prik prik…) Pasti udah pada males buat lanjutin baca, lagian kaya ada yang bakal baca aja hueheee… Ok. Seriusss woy… Setelah segala keresahan, kegundahan, kesedihan, kelelahan, ketidak percaya dirian, banyaknya pikiran, dan segala macam perasaan… AKHIRNYA… Aku sampai dititik ini. Aku bisa SIDANG SKRIPSI dan LULUS. I’m so grateful… Masya Allah Tabarakallah… Ya, memang tidak tepat waktu, tapi aku berusaha meyakinkan diriku dengan bilang “gapapa, mungkin inilah waktu terbaik yang Allah kasih” Kecewa dan penyesalan pasti dirasakan, tapi lebih dari itu aku ingin meminta maaf pada diriku sendiri, karena selalu menempatkanmu dalam suasana penuh tekanan, memaksamu untuk selalu kuat dan baik-baik saja. Capek karena degdegan dan overthingking, rasanya begitu berat ya ☹ (ku menangis….) Dan Terima kasih… terima kasih memilih untuk bert...