Langsung ke konten utama

Kamu bisa, tapi ga berani take action!

Kenapa ya? 
semangat dan ambisi itu malah kian memudar.
aku tak bersungguh-sungguh, tidak punya tekad yang kuat untuk segera menyelesaikan skripsiku.
Padahal hal itu harusnya jadi prioritas dan impian yang harus aku kejar. 
Sudah tertunda satu tahun. belum ada progres yang signifikan.
Bahkan saat ini rasanya jadi beban sekali.
Aku sadar, bahwa sebenarnya dan dari awal aku memulai perjalanan ini, ini bukanlah hal yang benar-benar aku impikan.
Lantas memangnya apa yang sebenarnya aku inginkan?
Aku setengah hati menjalaninya hingga akhir.
terlambat untuk menyesalinya, bahkan untuk menyerah.
Sekarang rasanya malah dikekang rasa takut dan overthingking.
Ketika rasa malas bisa aku lawan, ketakutan menghantuiku.
Entah kenapa aku begitu berlebihan seperti ini.
Padahal aku pun tau dan selalu berkata pada diriku bahwa aku sedang dalam proses "BELAJAR"
Overthingking sediri memikirkan hal yang sebenarnya belum tentu terjadi. 
Aku sadar akan hal itu.
Aku menyadari apa permasalahanku sebenarnya.
Permasalahannya ada pada diriku sendiri. 
Musuh terberatku adalah diriku sendiri.
Mengenai kesulitan penyusunan skripsi, materi dan lain sebagainya, aku pun paham bahwa hal itu bisa dipelajari.
Adanya kesalahan atau kekurangan adalah hal yang wajar karena aku memang sedang belajar. Dosen pembimbingpun memahaminya, tidak menuntut kesempurnaan, dan membantuku. Tinggal bagaimana aku yang harus giat belajar.
Sesulit apapun pasti ada jalan keluar, perlahan pasti akan selesai jika diiringi dengan usaha yang sungguh-sungguh.
Aku menyadarinya dengan melihat teman-temanku. 
Aku tahu, aku tidak sendiri merasakan hal ini, merasakan kebingungan, kesulitan untuk menyelasaikan skripsi. Teman-teman yang sudah luluspun melewati itu semua. Melihat hal itu aku meyakinkan diriku bahwa aku pun bisa seperti mereka. 
Aku bisa. Aku akan mampu melewati kesulitan itu jika aku sungguh-sungguh. bertekad. berani buat take action. ga cuma dipikirin karena itu malah menyiksa diriku sendiri.
Sungguh aneh, aku menyadarinya berulang kali, hingga ku tuliskan disini, tapi tak ada perubahan karena aku sendiri tak kunjung mengambil tindakan yang nyata. 
Terus menerus ga percaya diri.

Aku memohon pada Allah. Tolong bantulah hamba melawan segala ketakutan itu Ya Rabb.
Berilah kekuatan pada hamba untuk menghadapinya. 
Hamba ingin segera LULUS KULIAH. 
Aamiin.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

13in17 💙💖💎

  Holaheiyoooo.... Aku mau cerita lagiii... Walaupun tau yang baca cuma aku doang hehe... Udah lama banget mau nulis ini. Bercerita tentang mereka yang hingga detik ini mewarnai hari-hariku. Hadir dalam hidupku, layaknya seperti cahaya, menghadirkan canda, tawa, tangis, haru, bangga. Rasanya bertemu mereka menjadi salah satu alasan aku untuk bertahan ditengah kepelikan yang aku rasakan dalam hidupku. Setiap melihat mereka rasanya hidup ini baik-baik saja. Dan aku sangat bersyukur, Allah hadirkan mereka dalam cerita hidupku.  Mereka SEVENTEEN. Mereka bertiga belas yang bersatu dalam sebuah boygrup asal Korea Selatan. Yaellahh baku banget deh bahasanya haha. Okeyy biasa aja deh... Jadiii, ini bukan pertama kalinya sih jadi fangirl. Bukan baru tau banget juga tau seventeen. Gatau tepatnya kapan, aku mulai tau kayanya dari zaman lagu baksu, tapi ga sampe ngepoin mereka semua. Aku juga awalnya cuma tau Mingyu dan Seungkwan karena mereka suka muncul di beberapa variety show y...

Catatan akhir 2024

Dari tulisan-tulisan sebelumnya aku selalu menemukan diriku yg bilang "i feel like i lost my self" iyaaa... tau ga sih rasanya hidup tapi ngerasa kehilangan diri sendiri. Ngerasa tertinggal, ngerasa hampa, overthingking seperti udah jadi makanan sehari-hari diusia usia seperempat abad keatas atau quarter life crisis. Ga jarang masih suka bandingin diri sendiri sama pencapaian orang lain.  Tapi gapapa kan, perasaan-perasaan kaya gitu tuh wajar hadir dan dirasakan. Mungkin ada yang relate, mungkin ada yang ngga, karena proses setiap orang beda-beda. Pun dari perasaan-perasaan itu aku jadi banyak belajar untuk lebih mengenal diriku sendiri, menemukan diriku kembali, untuk merasa benar-benar hidup. Belajar untuk slow living aja, karena hidup setiap orang kan udah ada tracknya masing-masing ga sih hehe, jadi ga perlu diburu-buru, living in the moment, rasakan dan sadari sekecil apapun kebahagiaan yang hadir, rayakan sekecil apapun progres dalam hidup ini. Percaya bahwa setiap kita...

Nano nano my feelings (apasih…)

Kalian yang mungkin sedang membaca ini tahu atau mungkin pernah mendengar tentang keanekaragaman hayati? Iya, aku tidak akan menceritakan hal itu… HAHAHA (prik prik prik…) Pasti udah pada males buat lanjutin baca, lagian kaya ada yang bakal baca aja hueheee… Ok. Seriusss woy… Setelah segala keresahan, kegundahan, kesedihan, kelelahan, ketidak percaya dirian, banyaknya pikiran, dan segala macam perasaan… AKHIRNYA… Aku sampai dititik ini. Aku bisa SIDANG SKRIPSI dan LULUS. I’m so grateful… Masya Allah Tabarakallah… Ya, memang tidak tepat waktu, tapi aku berusaha meyakinkan diriku dengan bilang “gapapa, mungkin inilah waktu terbaik yang Allah kasih” Kecewa dan penyesalan pasti dirasakan, tapi lebih dari itu aku ingin meminta maaf pada diriku sendiri, karena selalu menempatkanmu dalam suasana penuh tekanan, memaksamu untuk selalu kuat dan baik-baik saja. Capek karena degdegan dan overthingking, rasanya begitu berat ya ☹ (ku menangis….) Dan Terima kasih… terima kasih memilih untuk bert...