Kala berjumpa arunika
Padanya ku ceritakan
Tentang lika liku luka yang ku rasaKala swastamita menyapa
Seringkali ku bersenandika
Tantang masa-masa penuh nestapa
Namun, tak ada yang mengerti
Takkan ada yang memahami
Aku seakan lupa
Bukanlah arunika dan swastamita tempatku ceritakan sejuta lara yang yang menerpa
Kepada Dia lah seharusnya...Dia yang mengerti tanpa harus berkata
Dia yang mendengar segala doa
Dia yang kembali menyalakan asa yang meredup
Dia yang memberi kedamaian dalam hidup
ALLAH Yang Maha Segalanya.
Komentar
Posting Komentar