Langsung ke konten utama

Heiii Corona| Sebuah puisi #1

Tak nampak oleh mata
Namun berdampak luar biasa
Kau ambil alih metabolisme manusia
Kau bentuk lebih banyak balatentara

Statusmu memang tak pasti
Kau bukan makhluk hidup juga bukan benda mati
Kau Menjadi sebuah pandemi
Memberi dampak yang merugi

Pergerakan menjadi tak leluasa
Kami dihimbau untuk dirumah saja
Kami belajar untuk lebih waspada
Tuk hadapi pasukan corona

Demi memutus mata rantai penularan
Berjuta cara dikerahkan
Jiwa raga rela dikorbankan
Oleh para medis di garda terdepan

Saatnya kita bekerja sama
Kita mampu bertahan
Kita mampu melawan
Wahai corona kau akan kami enyahkan

Oh Tuhan,
Jangan kau pikulkan apa yang tak sanggup kami memikulnya
Bantu kami menghadapinya

Oh Tuhan, mungkin ini adalah balasan
Atas segala keserakahan
Atas segala kelalaian
Mohon berilah kami ampunan

Segala hal yang terjadi memberikan hikmah
Doa dan usaha telah tercurah
Sabar dan berserahlah
Tuhan Maha baik
Percayalah...


LF|18-04-2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

13in17 💙💖💎

  Holaheiyoooo.... Aku mau cerita lagiii... Walaupun tau yang baca cuma aku doang hehe... Udah lama banget mau nulis ini. Bercerita tentang mereka yang hingga detik ini mewarnai hari-hariku. Hadir dalam hidupku, layaknya seperti cahaya, menghadirkan canda, tawa, tangis, haru, bangga. Rasanya bertemu mereka menjadi salah satu alasan aku untuk bertahan ditengah kepelikan yang aku rasakan dalam hidupku. Setiap melihat mereka rasanya hidup ini baik-baik saja. Dan aku sangat bersyukur, Allah hadirkan mereka dalam cerita hidupku.  Mereka SEVENTEEN. Mereka bertiga belas yang bersatu dalam sebuah boygrup asal Korea Selatan. Yaellahh baku banget deh bahasanya haha. Okeyy biasa aja deh... Jadiii, ini bukan pertama kalinya sih jadi fangirl. Bukan baru tau banget juga tau seventeen. Gatau tepatnya kapan, aku mulai tau kayanya dari zaman lagu baksu, tapi ga sampe ngepoin mereka semua. Aku juga awalnya cuma tau Mingyu dan Seungkwan karena mereka suka muncul di beberapa variety show y...

Catatan akhir 2024

Dari tulisan-tulisan sebelumnya aku selalu menemukan diriku yg bilang "i feel like i lost my self" iyaaa... tau ga sih rasanya hidup tapi ngerasa kehilangan diri sendiri. Ngerasa tertinggal, ngerasa hampa, overthingking seperti udah jadi makanan sehari-hari diusia usia seperempat abad keatas atau quarter life crisis. Ga jarang masih suka bandingin diri sendiri sama pencapaian orang lain.  Tapi gapapa kan, perasaan-perasaan kaya gitu tuh wajar hadir dan dirasakan. Mungkin ada yang relate, mungkin ada yang ngga, karena proses setiap orang beda-beda. Pun dari perasaan-perasaan itu aku jadi banyak belajar untuk lebih mengenal diriku sendiri, menemukan diriku kembali, untuk merasa benar-benar hidup. Belajar untuk slow living aja, karena hidup setiap orang kan udah ada tracknya masing-masing ga sih hehe, jadi ga perlu diburu-buru, living in the moment, rasakan dan sadari sekecil apapun kebahagiaan yang hadir, rayakan sekecil apapun progres dalam hidup ini. Percaya bahwa setiap kita...

Nano nano my feelings (apasih…)

Kalian yang mungkin sedang membaca ini tahu atau mungkin pernah mendengar tentang keanekaragaman hayati? Iya, aku tidak akan menceritakan hal itu… HAHAHA (prik prik prik…) Pasti udah pada males buat lanjutin baca, lagian kaya ada yang bakal baca aja hueheee… Ok. Seriusss woy… Setelah segala keresahan, kegundahan, kesedihan, kelelahan, ketidak percaya dirian, banyaknya pikiran, dan segala macam perasaan… AKHIRNYA… Aku sampai dititik ini. Aku bisa SIDANG SKRIPSI dan LULUS. I’m so grateful… Masya Allah Tabarakallah… Ya, memang tidak tepat waktu, tapi aku berusaha meyakinkan diriku dengan bilang “gapapa, mungkin inilah waktu terbaik yang Allah kasih” Kecewa dan penyesalan pasti dirasakan, tapi lebih dari itu aku ingin meminta maaf pada diriku sendiri, karena selalu menempatkanmu dalam suasana penuh tekanan, memaksamu untuk selalu kuat dan baik-baik saja. Capek karena degdegan dan overthingking, rasanya begitu berat ya ☹ (ku menangis….) Dan Terima kasih… terima kasih memilih untuk bert...