Langsung ke konten utama

Adil

Ketika Allah melimpahkan belasan kasih sayang dimuka bumi. Ketika Allah memperkenankan keajaiban datang memenuhi harapan masihkah kita mempertanyakan akan kebesaran-NYA dan janji-janji-NYA?
ADIL.
ALLAH MAHA ADIL.
Semua yang tercipta adalah adil. Hidup ini selalu adil...
Walau kadang belum tentu kita dapat melihat bukti dari keadilan itu.
Karena kita ini terlalu bebal, terlalu bodoh untuk mengerti dimana letak keadilan itu.

Kami lahir lemah, tanpa daya Ya Allah...
Kami lahir tidak melihat, Kau berikan mata
Kami lahir tuli, Kau berikan telinga
Kami lahir tak bergerak, Kau berikan kaki
Bahkan meski kami lahir tanpa itu semua, kau sungguh tetap mebuat kami bisa melihat, bisa mendengar, bisa bicara dan bisa bergerak.

Sekali lagi, kami yang sehat, normal, sempurna fisiknya, memang makhluk menyedihkan didunia, karena keterbatasan akal pikiran kami.
bukan berhubungan dengan tingkat kecerdasan, tapi kami manusia bebal. Bodoh...
sudahkah kita bersyukur

Ini adalah salah satu kutipan dari film dan novel "Moga Bunda Disayang Allah" karangan Tere Liye. Dimana kalimat-kalimatnya begitu mencabuk hatiku atau kita yang kadang menganggap bahwa'Hidup Ini tidak ADIL'. apalagi ketika melihat filmnya.. sungguh membuatku tidak sanggup lagi menahan air mata. 

Secara singkat bercerita tentang seorang pemuda, dan ada sebuah keluarga dengan gadis kecilnya yang kemudian pada suatu hari, ia harus menerima takdir Allah untuk kehilangan penglihatan dan pendengarannya,  ia menjalani hidupnya dengan penuh kesulitan. bayangkan setiap hari dalam hidupnya sama saja,, GELAP SUNYI. sampai pada akhirnya Allah memberikan suatu keajaiban walaupun dengan kondisi seperti itu dia bisa kembali merasakan bahwa dirinya hidup di dunia yang indah dengan orang-orang yang sangat menyayanginya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

13in17 💙💖💎

  Holaheiyoooo.... Aku mau cerita lagiii... Walaupun tau yang baca cuma aku doang hehe... Udah lama banget mau nulis ini. Bercerita tentang mereka yang hingga detik ini mewarnai hari-hariku. Hadir dalam hidupku, layaknya seperti cahaya, menghadirkan canda, tawa, tangis, haru, bangga. Rasanya bertemu mereka menjadi salah satu alasan aku untuk bertahan ditengah kepelikan yang aku rasakan dalam hidupku. Setiap melihat mereka rasanya hidup ini baik-baik saja. Dan aku sangat bersyukur, Allah hadirkan mereka dalam cerita hidupku.  Mereka SEVENTEEN. Mereka bertiga belas yang bersatu dalam sebuah boygrup asal Korea Selatan. Yaellahh baku banget deh bahasanya haha. Okeyy biasa aja deh... Jadiii, ini bukan pertama kalinya sih jadi fangirl. Bukan baru tau banget juga tau seventeen. Gatau tepatnya kapan, aku mulai tau kayanya dari zaman lagu baksu, tapi ga sampe ngepoin mereka semua. Aku juga awalnya cuma tau Mingyu dan Seungkwan karena mereka suka muncul di beberapa variety show y...

Catatan akhir 2024

Dari tulisan-tulisan sebelumnya aku selalu menemukan diriku yg bilang "i feel like i lost my self" iyaaa... tau ga sih rasanya hidup tapi ngerasa kehilangan diri sendiri. Ngerasa tertinggal, ngerasa hampa, overthingking seperti udah jadi makanan sehari-hari diusia usia seperempat abad keatas atau quarter life crisis. Ga jarang masih suka bandingin diri sendiri sama pencapaian orang lain.  Tapi gapapa kan, perasaan-perasaan kaya gitu tuh wajar hadir dan dirasakan. Mungkin ada yang relate, mungkin ada yang ngga, karena proses setiap orang beda-beda. Pun dari perasaan-perasaan itu aku jadi banyak belajar untuk lebih mengenal diriku sendiri, menemukan diriku kembali, untuk merasa benar-benar hidup. Belajar untuk slow living aja, karena hidup setiap orang kan udah ada tracknya masing-masing ga sih hehe, jadi ga perlu diburu-buru, living in the moment, rasakan dan sadari sekecil apapun kebahagiaan yang hadir, rayakan sekecil apapun progres dalam hidup ini. Percaya bahwa setiap kita...

Nano nano my feelings (apasih…)

Kalian yang mungkin sedang membaca ini tahu atau mungkin pernah mendengar tentang keanekaragaman hayati? Iya, aku tidak akan menceritakan hal itu… HAHAHA (prik prik prik…) Pasti udah pada males buat lanjutin baca, lagian kaya ada yang bakal baca aja hueheee… Ok. Seriusss woy… Setelah segala keresahan, kegundahan, kesedihan, kelelahan, ketidak percaya dirian, banyaknya pikiran, dan segala macam perasaan… AKHIRNYA… Aku sampai dititik ini. Aku bisa SIDANG SKRIPSI dan LULUS. I’m so grateful… Masya Allah Tabarakallah… Ya, memang tidak tepat waktu, tapi aku berusaha meyakinkan diriku dengan bilang “gapapa, mungkin inilah waktu terbaik yang Allah kasih” Kecewa dan penyesalan pasti dirasakan, tapi lebih dari itu aku ingin meminta maaf pada diriku sendiri, karena selalu menempatkanmu dalam suasana penuh tekanan, memaksamu untuk selalu kuat dan baik-baik saja. Capek karena degdegan dan overthingking, rasanya begitu berat ya ☹ (ku menangis….) Dan Terima kasih… terima kasih memilih untuk bert...